Jumat, 17 Januari 2014

Impor Sapi Induk, Pemerintah Godok Kebijakan Insentif

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
VIVAnews - Pemerintah berencana memperbanyak jumlah sapi betina produktif. Untuk itu, pemerintah tengah membuat kebijakan insentif, salah satunya pengurangan bunga kredit.

"Nanti akan membuat satu kebijakan yang representatif dalam rangka impor sapi indukan ini, termasuk rencana insentif yang nanti akan diberikan. Manajemen dari pengolahan penggemukan dengan manajemen pembiakan ini (breeding) berbeda, sehingga kebijakan ini wajib ada pendekatan insentif," kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2014.

Bachrul menuturkan, Kementerian Perdagangan akan mengundang pihak perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Pihaknya juga mempertimbangkan pengurangan bunga kredit bank dari 12 persen menjadi 5 persen-6 persen.

"Kami perlu mengundang berbagai pihak, mulai dari perbankan, BUMN, dan lembaga lainnya untuk bisa membantu. Ini baru rekomendasi dan harus pakai itu. Kalau bunga 12 persen, pasti tidak masuk. Kami usulkan bea masuk 0 persen. Kalau bea masuk selama ini untuk sapi bakalan dan sapi potong sebesar 5 persen," ungkapnya.

Bachrul menjelaskan insentif itu bertujuan untuk mendatangkan sejuta ekor sapi induk setiap tahun.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, berencana mendatangkan dua juta ekor sapi betina produktif per tahun. Pada tahun ini, pemerintah akan mendatangkan 185.000 ekor sapi.

"Sapi 185.000 ekor itu rekomendasi. Waktu itu, ada arahan dari rapat Menko (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian). Jadi, at least 185 ribu dulu," ujarnya.

Nantinya, sapi-sapi ini akan ditaruh di luar Pulau Jawa. "Sapi indukan ini cocok di NTT, NTB, Kalimantan, Sumatera dan dilepas saja," ucapnya. (eh)

17 Jan, 2014


-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/474031-impor-sapi-induk--pemerintah-godok-kebijakan-insentif
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Banjir Bandang Manado Tak Picu Kerusakan Infrastruktur Parah

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

VIVAnews - Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengungkapkan bahwa tidak ada kerusakan infrastruktur yang signifikan akibat banjir bandang yang terjadi di Manado, Sulawesi Utara, beberapa hari lalu. Akses jalan yang terputus dari Manado menuju Tomohon sudah mulai diperbaiki.

Di kantornya, Jumat 17 Januari 2014, Djoko Kirmanto menceritakan, banjir bandang yang terjadi, selain akibat adanya penggundulan hutan, banyak tebing-tebing di daerah tersebut yang telah jenuh. Akibatnya, tidak ada penyangga, ketika debit air di Sungai Tondano meningkat akibat intensitas hujan besar.

"Terus yang parah, di kantor walikota itu sampai ketutup. Tetapi, kerusakan signifikan tidak ada. Memang, ada jalan yang tertutup longsor sedikit dan saat ini sudah mulai diperbaiki," ungkapnya.

Kementerian PU, menurut dia, telah menyiapkan anggaran setiap tahunnya untuk tanggap darurat, ketika ada bencana yang merusak infrastruktur dasar. Namun, penanganannya tetap berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Saya lupa angkanya. Jadi, kami gerak bersama ketika ada infrastruktur yang harus diperbaiki kembali ke sektor masing-masing," ujarnya.

Djoko mengungkapkan, selain Manado, ada beberapa daerah yang setiap tahunnya harus diwaspadai berpotensi banjir. Antara lain, Indramayu, Semarang, daerah Pantai Utara dan beberapa daerah aliran Sungai Bengawan Solo.

"Yang paling akut itu Bengawan Solo, daerah Gresik, Tuban, dan Bojonegoro," tambahnya.

Dia mengatakan, kementeriannya terus berupaya untuk melakukan perbaikan infrastruktur agar dapat meredam potensi banjir tersebut. Salah satunya dengan pembangunan waduk di beberapa titik potensi banjir tersebut.

"Kami kemarin mulai bangun Waduk Bendo di Bojonegoro, Waduk Gongseng juga. Normalisasi Kali Madiun pun sudah dilakukan," tuturnya. (art)

17 Jan, 2014


-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473985-banjir-bandang-manado-tak-picu-kerusakan-infrastruktur-parah
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

PU: Ide Sodetan Ciliwung-Cisadane Masih Ditolak Tangerang

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

VIVAnews - Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengatakan, Kementerian PU siap membangun jalur sodetan Sungai Ciliwung - Cisadane jika memang diminta oleh pemprov DKI Jakarta. Wacana pembuatan sodetan itu merupakan rencana lama yang belum terealisasi.

Djoko mengungkapkan, Jumat 17 Januari 2014, tahun 1990-an Kementerian PU telah memiliki masterplan pembuatan sodetan tersebut. Bahkan anggarannya telah dialokasikan di kementerian.

"Namun, karena social engineering-nya kurang baik, sehingga waktu itu masyarakat di daerah Tangerang menolak, seakan-akan banjir Jakarta kok dipindah, dan akhirnya sementara dibatalkan dulu," ujarnya.

Karena itu, menurutnya, jika pemprov DKI Jakarta mampu menyelesaikan masalah itu, proyek tersebut dapat segera direalisasikan. "Mereka (Tangerang) kan masih menolak-menolak saja," ungkapnya.

Kini Kementerian PU akan segera memperbaharui desain dan teknis pembangunan Sodetan Ciliwung-Cisadane. Namun, lagi-lagi harus atas permintaan pemprov DKI.

Meski demikian dia mengungkapkan, sodetan ini menjadi solusi permasalahan banjir di Ciliwung. "Iya. Iya. Artinya kalau iya itu harus detail kami mendesainnya. Kami akan desain ulang, karena itu dan saat ini kan kondisinya sudah berubah. Tetapi itu salah satu alternatif untuk mengurangi banjir Kali Ciliwung,"kata Djoko.

17 Jan, 2014


-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/474005-pu--ide-sodetan-ciliwung-cisadane-masih-ditolak-tangerang
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Kamis, 16 Januari 2014

Front Pembela Internet Uji Materi PNPB Telekomunikasi

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
VIVAnews - Front Pembela Internet (FPI) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengajukan gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor telekomunikasi.

Juru Bicara FPI, Suwandi Ahmad, menuturkan gugatan uji materi itu ditujukan terhadap Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (UU PNBP) dan Pasal 16 dan Pasal 26 Undang-undang Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi (UU Telekomunikasi).

"Kami menilai dua UU ini inkonstitusional karena telah melanggar hak berusaha dan hak mendapatkan informasi," tutur Suwandi, seperti dikutip dalam keterangan persnya, Jumat 17 Januari 2014.

Adapun dalam indutri telekomunikasi ada empat jenis PNPB yakni biaya hak penyelenggaraan (BHP) frekuensi, BHP telekomunikasi, BHP jasa telekomunikasi dan BHP konten.

Dia menjelaskan industri telekomunikasi, khususnya penyedia jasa internet, merasa terlalu terbebani oleh biaya-biaya yang tidak perlu dengan adanya berbagai BHP.

Selain itu, imbuhnya, rumusan tarif BHP jasa telekomunukasi juga dinilai tidak fair, karena dihitung 1 persen dari pendapatan kotor (revenue).

Sedangkan pajak pendapatan badan saja dihitung berdasarkan keuntungan (pendapatan dikurangi pengeluaran). Sementara itu, pendapatan-pendapatan dari usaha sampingan, yang sebenarnya dari usaha non-telkom, juga dihitung sebagai revenue yang menjadi obyek BHP.

Dia memaparkan problem hukumnya adalah besaran dan tarif BHP itu ditentukan sesuka-sukanya pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika.

"Kami menyoroti Pasal 2 dan Pasal 3 UU 20/1997 tentang PNBP yang mengatakan bahwa jenis dan tarif PNPB selain yang disebut dalam UU tersebut dapat diatur melalui Peraturan Pemerintah," katanya.

Dia menilai hal tersebut inkonstitusional karena bertentangan dengan pasal 23A UUD 1945 yang mengatakan "pajak dan segala pungutan memaksa lainnya diatur dengan Undang-undang".

Menurutnya, PNPB adalah salah satu pungutan memaksa, maka tidak boleh diatur oleh PP, meskipun ada delegasi dari Undang-undang.

Akibatnya, tambah Suwandi, PNPB membebani industri terlalu berat karena banyaknya berbagai pungutan oleh pemerintah sehingga mengakibatkan "ekonomi biaya tinggi".

Dia menuturkan pungutan-pungutan itu bukan hanya mengurangi keuntungan, tetapi juga membuat industri sulit berkembang dan berekspansi. Bahkan ada 12 perusahaan penyelenggara jasa internet yang ditutup oleh Kemkominfo karena tidak mampu membayar BHP.

Dia menjelaskan bagi masyarakat secara umum, dengan adanya berbagai pungutan, tentunya akan berdampak pada kenaikan harga. Ujung-ujungnya, konsumen juga yang dirugikan karena tarif layanan internet menjadi lebih mahal.

Lebih lanjut dia mengatakan hal tersebut menimbulkan kesenjangan digital (digital divide), yaitu kesenjangan terhadap akses internet antara warga yang mampu dan kurang mampu. Pertumbuhan pengguna internet Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 20% dari masyarakat Indonesia. Artinya, 80% masyarakat Indonesia tak punya akses internet.

Dia memaparkan kesenjangan digital mengakibatkan kesenjangan informasi, yang artinya kesenjangan mendapat pengetahuan, kesenjangan mendapatkan kesempatan usaha (misalnya usaha online), maupun kesenjangan untuk mendapat kesempatan menyuarakan pendapat dan masalah yang dihadapi.

Menurut Suwandi, di abad informasi, semua kesempatan datang dari informasi. Informasi adalah sumber kekuasaan dan sumber penghidupan masa kini dan masa depan. (eh)

17 Jan, 2014


-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473986-front-pembela-internet-uji-materi-pnpb-telekomunikasi
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Banjir Bandang Manado Tak Picu Kerusakaan Infrastruktur Parah

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

VIVAnews - Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengungkapkan bahwa tidak ada kerusakan infrastruktur yang signifikan akibat banjir bandang yang terjadi di Manado, Sulawesi Utara, beberapa hari lalu. Akses jalan yang terputus dari Manado menuju Tomohon sudah mulai diperbaiki.

Di kantornya, Jumat 17 Januari 2014, Djoko Kirmanto menceritakan, banjir bandang yang terjadi, selain akibat adanya penggundulan hutan, banyak tebing-tebing di daerah tersebut yang telah jenuh. Akibatnya, tidak ada penyangga, ketika debit air di Sungai Tondano meningkat akibat intensitas hujan besar.

"Terus yang parah, di kantor walikota itu sampai ketutup. Tetapi, kerusakan signifikan tidak ada. Memang, ada jalan yang tertutup longsor sedikit dan saat ini sudah mulai diperbaiki," ungkapnya.

Kementerian PU, menurut dia, telah menyiapkan anggaran setiap tahunnya untuk tanggap darurat, ketika ada bencana yang merusak infrastruktur dasar. Namun, penanganannya tetap berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Saya lupa angkanya. Jadi, kami gerak bersama ketika ada infrastruktur yang harus diperbaiki kembali ke sektor masing-masing," ujarnya.

Djoko mengungkapkan, selain Manado, ada beberapa daerah yang setiap tahunnya harus diwaspadai berpotensi banjir. Antara lain, Indramayu, Semarang, daerah Pantai Utara dan beberapa daerah aliran Sungai Bengawan Solo.

"Yang paling akut itu Bengawan Solo, daerah Gresik, Tuban, dan Bojonegoro," tambahnya.

Dia mengatakan, kementeriannya terus berupaya untuk melakukan perbaikan infrastruktur agar dapat meredam potensi banjir tersebut. Salah satunya dengan pembangunan waduk di beberapa titik potensi banjir tersebut.

"Kami kemarin mulai bangun Waduk Bendo di Bojonegoro, Waduk Gongseng juga. Normalisasi Kali Madiun pun sudah dilakukan," tuturnya. (art)

17 Jan, 2014


-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473985-banjir-bandang-manado-tak-picu-kerusakaan-infrastruktur-parah
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Janji Pemerintah Bagi Pelaku Industri Makanan Minuman

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

VIVAnews - Menteri Perindustrian, M.S. Hidayat mengatakan bahwa pertumbuhan pabrik pengolahan makanan dan minuman (mamin) mempunyai peran penting, karena menyumpang kemajaun bidang industri.

Dikatakan, Jumat 17 Januari 2014, industri mamin menyumpang 36,3 persen pendapatan dari pertumbuhan industri.

"Sedangkan pertumbuhannya 2,6 persen untuk industri mamin. Di 2013, pertumbuhan industri mamin meningkat menjadi 11 persen dari tahun sebelumnya hanya delapan persen," ujarnya di sela Peletakan Batu Pertama Pembangunan Perluasan Pabrik Minuman Bebas Alkohol PT Multi Bintang Indonesia Tbk di Mojokerto, Jawa Timur.

Selanjutnya, untuk kemajuan industri, menteri berjanji akan membantu dan memberikan kemudahan bagi pelaku industri, khususnya berdirinya industri mamin baru.

"Silakan datang ke kementerian, kami selalu siap memberikan layanan, termasuk soal pendirian industri," katanya.

Sementara itu, terkait pembangunan penambahan areal produksi di PT Multi Bintang, pihaknya sangat mendukung. Selain mengapresiasi serapan tenaga kerja dan bidang sosial yang bisa dikerjakan, ia juga gembira, karena lebih dari separuh hasil produksi menjadi pasokan ekspor ke berbagai negara.

Pembangunan perluasan pabrik pengolahan minuman tanpa alkohol milik Multi Bintang ini berdiri di lahan seluas 4.500 meter pesegi, masih di lingkungan pabrik lama, tepatnya di belakang lokasi lama di Desa Sampung Agung, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto.

Sedangkan aktifitas parbrik akan dimulai pada Mei 2014 mendatang, dengan total produksi 500 ribu haktoliter untuk keperluan ekspor. (adi)

17 Jan, 2014


-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473966-janji-pemerintah-bagi-pelaku-industri-makanan-minuman
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Banjir, PLN Padamkan Gardu-gardu Listrik di Kawasan ini

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

VIVAnews - PT PLN (Persero) memutus aliran listrik beberapa gardu listrik. Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Roxy Swagerino, menuturkannya pada Jumat, 17 Januari 2014.

"Demi keamanan dan keselamatan masyarakat, PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang memutus aliran lisrik dengan memadamkan pasokan dari gardu distribusi," kata Roxy dalam keterangan tertulisnya.

Roxy menjelaskan faktor keamanan menjadi pertimbangan pemadaman gardu listrik tersebut.

Pada pukul 09.30 WIB hari ini, ada tujuh gardu yang dipadamkan, yaitu 2 gardu di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, 1 gardu di Bandengan, Jakarta Barat, 1 gardu di Kramat Jati, Jakarta Timur, 2 gardu di Jatinegara, Jakarta Timur, dan 1 gardu di Cengkareng, Jakarta Barat.

"Jumlah ini menurun karena sebagian wilayah yang terkena dampak banjir sudah siap untuk dialiri listrik," kata dia.

Tidak hanya itu, kesiapan wilayah listrik bisa dinormalkan, apabila seluruh wilayah yang dilayani dari gardu tersebut dalam keadaan kering.

Pelanggan juga diminta untuk melakukan pengecekan dan memastikan instalasi dan alat-alat elektronik dalam keadaan kering.

"Apabila terjadi banjir susulan, tidak menutup kemungkinan gardu distribusi yang sudah normal akan kami padamkan kembali. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak. PLN terus berupaya menormalkan seluruh jaringan agar pasokan listrik kembali normal," ungkapnya. (umi)

17 Jan, 2014


-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473939-banjir--pln-padamkan-gardu-gardu-listrik-di-kawasan-ini
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com