"Transaksi uang elektronik meningkat mendekati Rp8 miliar dan rata-rata hariannya dari 275 ribu meningkat menjadi 400 ribu," ujar Ronald dalam jumap pers bertajuk Evaluasi Peran dan Arah Kebijakan Bank Indonesia di Bidang Sistem Pembayaran di kantor BI, Jakarta.
Transaksi uang elektronik ini, ia melanjutkan, meningkat dari Rp5 miliar pada 2012 menjadi Rp8 miliar pada 2013.
Menurut Ronald, peningkatan transaksi uang elektronik ini sejalan dengan tujuan BI, yaitu less cash society. Peningkatan ini dibantu kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan TransJakarta.
"Ingat, kan, waktu Pak Jokowi (Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo) meluncurkan kartu e-money untuk meningkatkan transaksi non tunai," kata Ronald.
Sekadar informasi, peluncuran e-money (electronic money) bertujuan untuk meningkatkan transaksi dengan kartu yang diluncurkan oleh lima bank, seperti BCA, Mandiri, dan BRI, untuk membeli tiket bus TransJakarta.
Kartu e-money dari salah satu bank, BCA Flazz, juga digunakan untuk melakukan perjalanan dengan kereta listrik (KRL).
Jumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bertambah
Menurut Ronald, jumlah mesin ATM bertambah pada 2013. Data yang dilansir BI menyebutkan bahwa infrastruktur mesin anjungan tunai mandiri naik dari sekitar 60 ribuan pada 2012 menjadi 70 ribuan pada 2013. "Jumlah ATM tembus 70 ribu unit pada 2013 waktu 2012 sebesar 60ribuan," kata dia.
Dulu, kata Ronald, ATM, digunakan untuk tarik tunai. Sekarang fungsinya bertambah, seperti transfer antar bank dan pembayaran. "Mungkin namanya nanti jadi Anjungan Transaksi Mandiri karena tidak hanya melayani tunai," kata Ronald.
16 Jan, 2014
-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473790-selama-2013-transaksi-elektronik-meningkat--naik-berapa-
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar