Jumat, 10 Januari 2014

Cadangan Batu Bara China Lima Kali Lipat RI

VIVAnews - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Susilo Siswoutomo, Jumat 10 Januari 2014, mengungkapkan bahwa China memiliki potensi tambang yang jauh lebih besar daripada Indonesia. Meskipun, negara tersebut mengimpor barang tambang dari Indonesia.

"Cadangan batu bara kita 27 miliar ton, sedangkan China sampai lima kali lipatnya, sekitar 110 miliar ton," kata Susilo dalam acara "Meneropong Langkah Strategis Pemerintah dalam Mewujudkan Ketentuan UU Minerba" di kantor Himpunan Mahasiswa Islam, Jakarta.

Susilo menyebut bahwa negeri Panda itu mengimpor banyak batu bara, atau sekitar 180 juta ton ke China. Namun, China mengimpor batu bara sebanyak-banyaknya untuk ditimbun.

"(Kalau begini), tahun 2030, anak cucu kita hanya bisa mendengar cerita kalau Indonesia bisa mengekspor batu bara," kata mantan staf ahli menteri ini.

Sebelumnya, pemerintah terheran-heran ada timbunan impor mineral dari Indonesia di negeri Tirai Bambu itu.

"Kemarin sore, saya baru pulang dari China. Tumpukan tiga juta ton di pinggir pantai bauksit dari Indonesia. Itu persediaan selama setahun," kata Menteri Perindustrian, M. S. Hidayat, pada Rabu, 8 Januari 2014.

Fakta itu yang memperkuat pemerintah untuk menerapkan Undang-Undang (UU) Minerba yang akan mulai diberlakukan pada 12 Januari mendatang. "Semuanya tumpukan ekspor bahan mentah dari Indonesia, itu yang mau kita stop," kata Hidayat.

Seperti diketahui, pada 12 Januari 2014, UU Minerba No. 4 Tahun 2009 akan diberlakukan. Mulai hari itu, perusahaan tambang dilarang mengekspor barang mentah ke luar negeri.

Mereka diwajibkan untuk membangun smelter dan mengolahnya seperti itu. Ada enam barang tambang yang difokuskan dalam undang-undang ini, yaitu emas, mangaan, bauksit, timah, bijih besi, dan nikel. (art)

10 Jan, 2014


-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/472413-cadangan-batu-bara-china-lima-kali-lipat-ri
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar