VIVAnews - Masyarakat Indonesia menjadi salah satu pengguna fasilitas internet teraktif di dunia selama berwisata. Menurut penelitian Visa bertajuk "Global Travel Intentions Study 2013", sebanyak 92 persen orang Indonesia tersambung dengan internet selama liburan.
"Angka ini cukup tinggi dibandingkan dengan rata-rata global, yaitu 71 persen," kata Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Ellyana Fuad, dalam keterangan tertulis, Kamis 16 Januari 2014.
Selain itu, menurut penelitian itu, selama liburan, smartphone menjadi gadget terpopuler yang dibawa wisatawan Indonesia (76 persen), disusul kamera (72 persen), dan laptop (65 persen).
Seiring dengan tingginya tingkat konektivitas wisatawan Indonesia selama berlibur, mereka juga menggunakan berbagai jejaring sosial dan website-website travel lainnya. Intensitasnya juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.
Mayoritas orang Indonesia menggunakan gadget mereka untuk berbagi foto kepada teman-teman dan keluarga mereka (48 persen). "Dan, lagi-lagi, angka ini lebih tinggi dari rata-rata global, yaitu 35 persen," ujar dia.
Orang Indonesia, menurut hasil penelitian Visa, juga sangat senang memperbarui status jejaring sosial mereka (40 persen), jika dibandingkan rata-rata wisatawan global lainnya (18 persen). Selain berbagi melalui jejaring sosial, kegiatan online lain yang menjadi favorit wisatawan Indonesia adalah berbagi pengalaman melalui instant messaging (31 persen).
"Angka ini juga hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata global, yakni 18 persen," tuturnya.
Ellyana mengatakan, teknologi telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk bagaimana cara merencanakan dan menikmati masa liburan. Cara-cara promosi tradisional seperti dari mulut ke mulut, serta buku-buku panduan memang masih digunakan.
"Namun, sekarang sumber-sumber online juga banyak yang memberikan berbagai ulasan terutama dari sesama wisatawan," ujar dia.
Selain itu, banyak tersedia alat bantu yang sangat berguna, seperti penghitung kurs mata uang, kamera, serta fasilitas booking dan diskon bagi wisatawan.
Dari perkembangan ini, dia menjelaskan, bisa dilihat bahwa wisatawan global, termasuk juga Indonesia, lebih memilih sumber-sumber online karena lebih cepat dan mudah untuk digunakan. "Visa mengerti akan kebutuhan ini dan telah berusaha untuk memberikan beberapa solusi agar pembayaran secara online dapat dilakukan dengan lebih aman dan mudah, baik bagi penjual maupun pembeli," katanya.
Dalam berwisata, terdapat tiga website paling sering digunakan wisatawan Indonesia. Ketiga website tersebut adalah Facebook (44 persen), Agoda (40 persen), dan Google+ (32 persen). Sementara itu, tiga aplikasi handphone yang paling sering digunakan oleh wisatawan Indonesia adalah Google Earth (72 persen), Facebook (42 persen), dan Agoda (38 persen).
Selama perjalanan, menurut penelitian Visa, wisatawan Indonesia biasanya menggunakan percampuran antara sumber-sumber online (79 persen) dan tradisional lainnya (68 persen) dalam mencari informasi seputar perjalanan mereka. Angka tersebut serupa dengan wisatawan dari kawasan Asia Pasifik, yang juga lebih memilih untuk mencari informasi perjalanan mereka lewat situs-situs online.
Koneksi Bermasalah
Sumber-sumber online, seperti website pariwisata resmi (34 persen) dan penyedia layanan wisata (32 persen), banyak digunakan dalam merencanakan liburan. Sama halnya dengan agen-agen travel tradisional lainnya (31 persen).
Namun, orang Indonesia masih belum terbiasa melakukan booking perjalanan secara online (34 persen), jika dibandingkan melalui agen perjalanan (62 persen).
Alasannya, karena orang Indonesia banyak menggunakan smartphone untuk mengakses situs-situs tersebut, dan terbentur berbagai hambatan, seperti koneksi internet yang buruk, atau layanan online booking yang hanya menerima kartu kredit sebagai alat pembayaran.
"Ada kesempatan besar bagi penyedia layanan internet lokal, serta perusahaan telekomunikasi dan para pelaku bisnis pariwisata untuk mengedepankan tren ini. Sekaligus juga untuk memenuhi kebutuhan wisatawan Indonesia akan layanan internet yang andal di berbagai tempat wisata," ujar Ellyana. (ren)
16 Jan, 2014
-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473619-riset--turis-indonesia-pengguna-internet-teraktif-di-dunia
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar