Djoko menjelaskan, proyek antisipasi banjir Jakarta ini sudah melalui proses tender dan diharapkan pekerjaan selesai seluruhnya pada awal 2015. Namun, dengan catatan proses penggarapan proyek tidak terkendala permasalahan lahan.
"Yang lama itu bukan menggali atau memasang betonnya, tapi memindahkan penduduk," ujar Djoko di Jakarta.
Oleh karena itu, ia melanjutkan, Pemda DKI Jakarta harus serius dalam mengawal pelaksanaan proyek ini. "Kendalanya pembebasan lahan dan itu tugas gubernur DKI," kata Djoko.
Penanggulangan banjir di ibu kota, menurut Djoko, memang tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Banjir merupakan masalah sistemik, jadi yang harus diperbaiki adalah drainase secara menyeluruh, baik pelebaran sungai maupun selokan kecil.
"Yang besar-besar biar PU yang kerjakan, yang kecil-kecil drainasenya itu bagian pemda," kata Djoko.
Karena itu, menurut Djoko, apa yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, yang membuat sumur-sumur resapan di beberapa titik rawan genangan merupakan langkah tepat dan efektif meredam terjadinya banjir di musim penghujan.
Namun, diharapkan proyek normalisasi sungai juga bisa dikerjakan sesuai target. "Pelebaran sungai kalau tidak sampai laut, ya akan kurang efektif," kata menteri PU. (art)
15 Jan, 2014
-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473421-menteri-pu--pemda-dki-harus-serius-kawal-proyek-sodetan-ciliwung
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar