Senin, 13 Januari 2014

Dari Ratusan Pertambangan, Baru 66 yang Bangun Smelter

VIVAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik, menyebut ada puluhan perusahaan yang tengah membangun smelter. Dari smelter-smelter tersebut, diharapkan perusahaan tambang kecil itu bisa menggunakan jasa pengolahan dan pemurnian di pabrik itu.

"Ada 66 perusahaan nasional yang sedang menyelesaikan smelternya. Ada yang di Kalimantan, Sulawesi, Batam, dan Jawa," kata Wacik di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 13 Januari 2014.

Wacik menyebutkan ada perusahaan-perusahaan yang pembangunan smelternya mencapai 10 persen, 13 persen, 50 persen, bahkan ada yang 100 persen.

Berikut ini adalah beberapa contoh perusahaan yang sedang membangun smelter:

1. Pembangunan smelter nikel PT Indo Ferro yang mencapai 100 persen

2. Pembangunan smelter gelana (timah hitam) Lumbung Mineral mencapai 53 persen

3. Pembangunan smelter bijih besi PT Sumber Suryadana Prima mencapai 13 persen

4. Pembangunan smelter emas PT Kembar Emas Sultra mencapai 42 persen

5. Pembangunan smelter nikel PT Indo Ferro mencapai 100 persen

6. Pembangunan smelter mangan PT Indotama Ferro Alloy mencapai 100 persen.

Lalu, Wacik berkata, saat menandatangani Peraturan Menteri No. 7 Tahun 2012 tentang kewajiban pembangunan smelter, menyebut ada 253 perusahaan yang setuju membangun smelter.

Tapi, baru ada 66 perusahaan yang membangun pabrik pengolahan dan pemurnian ini, 112 perusahaan yang baru membuat feasibility study (fs), dan 16 perusahaan yang tengah membuat analisis dampak lingkungan (amdal) dan lokasinya.

"Sisanya nggak ngapa-ngapain," kata dia.

Wacik pun berpesan, perusahaan tambang kecil bisa menggunakan jasa smelter 66 perusahaan tersebut. "Bagi penambang yang tidak membangun smelter karena tidak mampu atau tidak memadai ini, terkena dampak sementara. Begitu smelter 66 perusahaan ini jadi, mereka bisa berproduksi, masih bisa jalan lagi, dan supply-nya ke 66 smelter ini," kata dia.

Seperti yang diketahui, mulai 12 Januari 2014, pemerintah melarang perusahaan tambang untuk mengolah barang tambang mentah. Ada beberapa barang tambang mentah yang dilarang ekspor seperti nikel, bijih besi, dan tembaga. (one)

13 Jan, 2014


-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473044-dari-ratusan-pertambangan--baru-66-yang-bangun-smelter
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar