VIVAnews - Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, menyebut bahwa konsumsi daging di Indonesia per kapita per tahun masih rendah dibandingkan negara lain. Bahkan, dengan Malaysia sekali pun.
Kondisi ini yang membuat dia mewacanakan adanya impor sapi betina produktif.
"Argentina itu konsumsi dagingnya 55 kilogram, Brasil 40 kg, dan Jerman 40-45 kg. Singapura-Malaysia sebanyak 15 kg. Kita masih 2,5 kg. Ini penting, karena protein, bisa mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Gita saat berdiskusi dengan tim redaksi VIVA Group di kantor ANTV, Jakarta, Senin 13 Januari 2014.
Mantan kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini mengumpamakan, jika konsumsi daging sapi naik menjadi 20 kg per kapita per tahun, jumlah sapi yang dibutuhkan cukup banyak. Situasi ini, tidak sebanding dengan jumlah sapi yang dimiliki Indonesia.
"Kalau mau menaikkan sampai 20 kg, kita perlu stok 60 juta ekor sapi. Sekarang, cuma 13,5 juta ekor. Ini harus dinaikkan stoknya," ujarnya.
Menurut data Badan Pusat Statistik, pada awal Mei 2013, populasi sapi dan kerbau sebanyak 14,24 juta ekor. Jumlah ini terdiri atas 12,69 juta ekor sapi potong, 444,22 ribu ekor sapi perah, dan 1,11 juta ekor kerbau.
Untuk menaikkan populasi sapi, Gita mewacanakan ide importasi sapi betina produktif dua juta ekor per tahun.
"Tapi, midterm-nya saya bilang itu lebih banyak impor sapi betina produktif. Ini yang berkali-kali saya push ke Kementerian Pertanian dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan kabinet," ujar dia.
"Impornya gila-gilaan, dua juta ekor per tahun sapi betina produktif yang bisa melahirkan selama sembilan tahun. Melahirkan satu anak sapi selama setahun. Kalau impor 1-2 juta ekor, ini akan memultiplikasi sapi," kata dia. (art)
15 Jan, 2014
-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473299-konsumsi-daging-sapi-ri-lebih-rendah-dari-malaysia
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar