"Nanti akan membuat satu kebijakan yang representatif dalam rangka impor sapi indukan ini, termasuk rencana insentif yang nanti akan diberikan. Manajemen dari pengolahan penggemukan dengan manajemen pembiakan ini (breeding) berbeda, sehingga kebijakan ini wajib ada pendekatan insentif," kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2014.
Bachrul menuturkan, Kementerian Perdagangan akan mengundang pihak perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Pihaknya juga mempertimbangkan pengurangan bunga kredit bank dari 12 persen menjadi 5 persen-6 persen.
"Kami perlu mengundang berbagai pihak, mulai dari perbankan, BUMN, dan lembaga lainnya untuk bisa membantu. Ini baru rekomendasi dan harus pakai itu. Kalau bunga 12 persen, pasti tidak masuk. Kami usulkan bea masuk 0 persen. Kalau bea masuk selama ini untuk sapi bakalan dan sapi potong sebesar 5 persen," ungkapnya.
Bachrul menjelaskan insentif itu bertujuan untuk mendatangkan sejuta ekor sapi induk setiap tahun.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, berencana mendatangkan dua juta ekor sapi betina produktif per tahun. Pada tahun ini, pemerintah akan mendatangkan 185.000 ekor sapi.
"Sapi 185.000 ekor itu rekomendasi. Waktu itu, ada arahan dari rapat Menko (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian). Jadi, at least 185 ribu dulu," ujarnya.
Nantinya, sapi-sapi ini akan ditaruh di luar Pulau Jawa. "Sapi indukan ini cocok di NTT, NTB, Kalimantan, Sumatera dan dilepas saja," ucapnya. (eh)
17 Jan, 2014
-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/474031-impor-sapi-induk--pemerintah-godok-kebijakan-insentif
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar