Banjir tidak hanya membawa duka, namun bagi beberapa warga malah membawa keuntungan berlimpah. Deden misalnya, baru bekerja sejak pukul 12.00 hingga 15.00 sudah bisa mengumpulkan pundi-pundi uang hingga Rp500.000.
Deden ketika ditemui VIVAnews, mengungkapkan tugasnya hanyalah membawa orang dengan delmannya menyeberangi flyover Kampung Melayu.
"Jalannya kan ditutup, jadi harus pake delman kalau tidak mau capek," katanya.
Deden yang sehari-hari memang berprofesi sebagai tukang andong ini mengungkapkan biasanya dia hanya bisa meraup Rp50.000 setiap harinya. Jumlah uang ini didapatkannya jika bekerja dari jam 3 sore hingga 6 sore.
Ongkos yang ditawarkan Deden untuk menyeberangi flyover ini hanya Rp5.000 per orangnya. Itupun masih bisa ditawar jika yang menyewakan jasanya bergerombol. Deden mengaku kejadian ini memang jarang sekali terjadi.
Menurutnya, kejadian banjir hari ini lumayan membantunya. "Biasanya kan sehari cuma dapet Rp100.000 dan dibagi dua sama yang punya delmannya," ujarnya.
Lain lagi dengan Deden, yakni Endah. Endah yang biasanya menjadi juru parkir di Kampung Melayu juga ikut merasakan segarnya cipratan rezeki dari banjir.
Endah dengan beberapa temannya memberikan jasa penyeberangan dengan menggunakan gerobak untuk melewati flyover Tebet. Yang diangkut tidak hanya orang, motor pun diangkutnya.
Endah mengatakan untuk mengangkut orang dikenai biaya Rp10.000 dan motor Rp50.000. Endah yang baru mulai "narik" gerobak dari pukul 12 siang mengaku sudah mendapatkan Rp200.000.
"Lumayan lah daripada diem aja, tempat kerja libur karena kena banjir juga," katanya. (eh)
13 Jan, 2014
-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/472977-berkah-banjir-bagi-tukang-delman-dan-gerobak
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar