VIVAnews - Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan bahwa curah hujan yang terjadi di Jakarta pada beberapa hari belakangan tidaklah besar.
Sebab, curah hujan tertinggi pun tidak sampai 100 milimeter kubik per detik.
Direktur Jendral Sumber Daya Air, Mohammad Hasan, mengungkapkan curah hujan paling tinggi ada di Gadog, Jawa Barat, yang berkisar 90-an milimeter kubik per detik. "Yang paling tinggi ada di Gadog, yang lokasinya dekat Ciawi, sedangkan sisanya rendah," katanya saat ditemui, kemarin.
Namun, ia mengungkapkan bahwa angka ini amat jauh di bawah hujan di Jakarta pada 2013 lalu yang melebihi 100 milimeter per detik. Hasan menambahkan, sedangkan curah hujan di Depok yakni 30-40 milimeter kubik per detiknya.
Kemudian di Cawang, menurut Hasan, hanya 5,5 milimeter kubik per detik. Ia memperkirakan, banjir yang terjadi di berbagai daerah belakangan ini karena durasi hujan yang lama.
Durasi hujan yang panjang ini, kata dia, membuat air menjadi kedap sehingga tidak bisa langsung diserap oleh tanah. "Kalau turunnya sekali tapi besar akan cepat diserap tanah, namun jika sedikit-sedikit dan lama akan membuat tanah menjadi kedap.
Lebih lanjut, Hasan mengungkapkan, kondisi hujan seperti ini masih akan terjadi hingga pertengah Februari nanti. Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat waspada terhadap siklon yang terjadi beberapa minggu ke depan.
16 Jan, 2014
-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473523-wilayah-dengan-curah-hujan-tertinggi-belakangan-ini
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar