VIVAnews - Harga emas di pasar berjangka berfluktuasi antara keuntungan kecil dan kerugian pada Kamis, 16 Januari 2014, untuk perdagangan di Asia.
Kondisi itu, seperti dikutip dari laman Investing, dipicu berita AS sebagai barometer, yakni ekspektasi Federal Reserve yang kembali melanjutkan program pembelian obligasi yang mencapai US$75 miliar per bulan. Kebijakan yang akan mendorong harga emas menguat dan membuat dolar melemah.
Namun, optimisme pada ekonomi global yang dirilis Bank Dunia, dan mengirim investor lebih memilih saham turut membebani transaksi emas.
Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman Februari diperdagangkan naik 0,27 persen pada US$1.241,70 per troy ounce.
Pada perdagangan Rabu kemarin, harga emas diperdagangkan antara US$1.240,50 hingga US$1.242,10 per troy ounce. Sementara itu, untuk kontrak Februari, harga emas menetap di level US$1.240,90 per troy ounce.
Pasar domestik
Sementara itu, di dalam negeri, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam Tbk melaporkan harga emas batangan pada transaksi hari ini bergerak mendatar.
Harga emas batangan Antam masih dijual Rp530.000 untuk ukuran 1 gram, atau sama dibandingkan harga per gram pada transaksi Rabu 15 Januari 2014.
Emas ukuran 5 gram juga dilepas dengan harga Rp2.505.000, ukuran 10 gram Rp4.960.000, ukuran 25 gram Rp12.325.000, ukuran 50 gram Rp24.600.000, dan ukuran 100 gram dijual Rp49.150.000.
Harga emas ukuran 250 gram pun tetap dipatok pada level Rp122.750.000 dan ukuran 500 gram mencapai Rp245.300.000.
Adapun harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini sama, karena masih dipatok pada level Rp469.000 per gram. (art)
16 Jan, 2014
-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473563-harga-emas-berfluktuasi-di-pasar-asia
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar