Pada Kamis, 16 Januari 2014, Kementerian Perdagangan mencatat beberapa hal menyangkut perdagangan akibat banjir tersebut.
"Secara umum, bangunan fisik pasar tidak mengalami kerusakan. Hanya beberapa fasilitas pendukung seperti meja dan lapak yang terendam. Pasar Karombasan, Pasar Segar, dan Pasar Tuminting di Kota Manado sempat terendam banjir. Namun, hari ini aktivitas di pasar tersebut sudah mulai berjalan kembali," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Srie Agustina, seperti yang dikutip dalam keterangan tertulisnya kepada VIVAnews.
Srie mengatakan, hal yang kedua adalah infrastruktur jalan rusak, seperti jalur transportasi Manado-Tomohon yang terputus akibat longsor dan beberapa pohon tumbang yang memenuhi badan jalan.
"Akses transportasi Manado-Tomohon masih bisa dilewati melalui jalan alternatif yang agak memutar," kata dia.
Yang ketiga adalah perkembangan rata-rata harga bahan pangan pokok per 15-16 Januari 2014 dibandingkan dengan harga pada 11-13 Januari 2014.
Menurut data tersebut, ada beberapa bahan pangan pokok yang harganya relatif stabil, seperti beras, gula, minyak goreng, daging sapi, telur ayam, jagung, terigu, kedelai, ikan, garam, dan mie instan.
Lalu, ada juga pergerakan harga terjadi pada beberapa produk hortikultura, seperti cabai merah yang harganya naik 9,71 persen, cabai rawit yang harganya turun 3,45 persen, dan bawang merah yang harganya naik 0,45 persen.
"Stabilnya harga pangan pokok diperkirakan karena masih tersedianya pasokan sebelum banjir. Meskipun gejolak harga pangan pokok belum terlalu terlihat, Disperidag setempat telah diminta untuk terus mewaspadai dan mengantisipasi kenaikan harga pangan pokok dalam beberapa minggu ke depan," kata dia.
16 Jan, 2014
-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473803-akibat-banjir--harga-bawang-dan-cabai-naik-di-manado
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar