Senin, 13 Januari 2014

Mengais Untung dari Banjir Jakarta

VIVAnews - Banjir yang melanda Ibu Kota, Senin 13 Januari 2014, menimbulkan banyak kerugian bagi warga yang rumahnya terendam. Kerugian itu berupa harta benda yang rusak, bahkan hanyut terbawa arus.

Namun, berbeda halnya dengan Sajiman, 55, tuna wisma yang tinggal di bawah kolong jembatan layang terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Banjir ini justru membuat berkah bagi keluarganya.

Bapak dua anak yang keseharian bekerja sebagai pemulung ini justru mendapatkan untung dari banjir. Sajiman bersama rekan-rekannya mendadak beralih profesi. Gerobak yang biasa ia pakai mencari barang bekas disulap jadi kendaraan pengangkut. Ojek gerobak namanya.

Dia mangkal di Jalan Kampung Melayu Besar, jalan yang terputus arus Kali Ciliwung. Jadi orang-orang dari Jalan Casablanka dan Jalan Abdullah Syafei menuju Kampung Melayu atau sebaliknya bisa naik gerobak. Orang dan sepeda motornya.

Sekadar informasi, jalan yang melintasi jembatan Kali Ciliwung ini tidak bisa dilewati kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, lantaran genangan air setinggi dada orang dewasa.

Ia menarik ongkos bagi setiap orang yang menggunakan jasanya. "Satu orang Rp10 ribu, kalau sepeda motor Rp50 ribu," kata Sajiman.

Duda yang istrinya baru meninggal dua bulan lalu ini mengaku warga yang menggunakan jasa gerobaknya ini pegawai-pegawai kantor yang hendak berangkat kerja. Dia menyediakan jasa transprortasi alternatif dadakan sejak pukul 06.00. Dalam 4 jam, dia bisa meraup untung ratusan ribu rupiah.

"Sejak pagi saya dapat Rp500 ribu lebih," katanya.

Hasilnya itu, nanti akan dia bagi dengan dua rekannya yang ikut membantu mendorong gerobak. Dengan raut muka yang tampak bersemangat, Sajiman mengungkapkan penghasilan ini jauh lebih besar dari hasil memulung.

"Kalau memulung setiap hari saya hanya dapat Rp50 ribu," katanya. (eh)

13 Jan, 2014


-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/472960-mengais-untung-dari-banjir-jakarta
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar