Rabu, 15 Januari 2014

Upaya BI untuk Stabilitas Ekonomi 2014

VIVAnews - Bank Indonesia (BI) akan berupaya menjaga stabilitas perekonomian pada 2014. Hal ini bertujuan untuk menekan defisit neraca perdagangan (current deficit account/CAD).

"Kebijakan Bank Indonesia pada 2014 tetap difokuskan untuk menjaga stabilitas perekonomian dan sistem keuangan melalui penguatan bauran kebijakan di bidang moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran," kata Gubernur BI, Agus D. W. Martowardojo, di kompleks perkantoran BI, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2014.

Agus menjelaskan, di bidang moneter, kebijakan tersebut akan tetap diarahkan untuk mengendalikan inflasi dan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang sehat, melalui kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai tukar dan fundamentalnya.

Inflasi yang diharapkan pada 2014 adalah sebesar 4,5 persen plus minus 1 pada 2014 dan 4 persen plus minus 1 pada 2015. "Kami mengharapkan defisit neraca berjalan di kisaran 3,5 persen pada 2013, di bawah 3,5 persen pada 2014, dan di bawah 2 persen pada 2015," kata dia.

Lalu, kebijakan di makroprudensial, kebijakan diarahkan untuk memitigasi risiko sistemik di sektor keuangan, serta pengendalian kredit dan likuiditas agar sejalan dengan pengelolaan stabilitas ekonomi. Di bidang pembayaran, kebijakan ini diarahkan untuk pengembangan industri sistem pembayaran domestik yang lebih efisien.

"Seluruh kebijakan tersebut akan diperkuat dengan berbagai langkah koordinasi kebijakan bersama pemerintah dan otoritas sektor keuangan terkait," kata mantan menteri keuangan itu.

Namun, bank sentral ini meminta agar beberapa hal ini patut diwaspadai. "Risiko di 2014 perlu diwaspadai. Defisit neraca transaksi berjalan masih tinggi dan ada kenaikan inflasi. Selain itu, perlu diwaspadai volatile food (gejolak harga pangan)," kata dia.

Selain itu, mantan petinggi PT Bank Mandiri (Persero) ini mengatakan bahwa pada tahun ini, diperkirakan pertumbuhan kredit sebesar 15-17 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8-6,2 persen. "Pada 2014, pertumbuhan ekonomi masih relevan 5,8-6,2 persen. Kami optimis kalau reform terus dilakukan dan ada perbaikan," kata dia. (adi)

15 Jan, 2014


-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473485-upaya-bi-untuk-stabilitas-ekonomi-2014
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar