BISNIS
Pada pertengahan Juni 2013, terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi.
ddd
Jum'at, 10 Januari 2014, 16:44 Antique, Arie Dwi Budiawati
VIVAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik mengklaim bahwa realisasi kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tahun lalu kurang dari target. Penyebabnya, tidak lain adalah kenaikan harga BBM itu .
"Ada berita bagus tentang konsumsi BBM bersubsidi. Konsumsinya tidak habis. Kuota 48 juta KL (kiloliter) tidak habis, tepatnya 46,8 juta KL," kata Wacik di Jakarta, Jumat 10 Januari 2014.
"Baguslah. Orang Indonesia, kan, susah diajak berhemat. Kalau harganya mahal, tidak disuruh juga otomatis akan berhemat," kata dia.
Seperti diketahui, pada pertengahan Juni 2013 terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi, yaitu dari Rp4.500 menjadi Rp6.500 per liter.
Harga inilah, menurut Wacik, yang membuat mereka menjadi berhemat. Inilah yang membuat realisasi konsumsi BBM bersubsidi tidak mencapai target.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyempatkan untuk menjawab mengenai kabar yang mengatakan bahwa terjadi peningkatan konsumsi BBM bersubsidi sebanyak delapan persen saat ini.
"Itu kan, akibat ada penambahan jumlah mobil," kata dia. (eh)
10 Jan, 2014
-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/472376-wacik--konsumsi-bbm-subsidi-kurang-dari-target
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar