Selasa, 14 Januari 2014

Investor Sambut Positif Langkah Pertamina Akuisisi PGN

VIVAnews - Rencana akuisisi PT Pertamina terhadap PT Perusahaan Gas Negara Tbk (berkode saham PGAS) mendapat sambutan positif dari investor di lantai bursa. Harga saham PGN melesat Rp300 ke level Rp4.420 dalam empat hari berturut-turut.

Analis PT KDB Daewoo Securities, Andrew Argado, Rabu 15 Januari 2014, mengatakan setelah mengalami tekanan jual yang besar akibat simpang siur kebijakan open access (penerapan penggunaan bersama) jaringan pipa transmisi, adanya kepastian rencana akuisisi Pertamina terhadap PGAS membuat investor kembali melihat peluang di saham PGAS.

"Tren positif ini kelihatannya untuk jangka panjang," ujarnya dalam risetnya yang diterima VIVAnews.

Menurut Andrew, simpang siur kebijakan open access menjadikan investor meninggalkan PGAS karena dinilai ada tarik menarik antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) gas tersebut dengan Pertamina.

"Namun, keputusan yang dibuat pemerintah bahwa Pertamina akan mengambil alih PGAS dan akan dimerger dengan Pertagas merupakan sinyal positif. Sebab, tentu ini akan menciptakan sinergi usaha di sektor suplai gas yang kokoh," ujar Andrew.

Kepala Riset Samuel Sekuritas Adrianus Bias sependapat. Ia mengatakan bahwa untuk jangka panjang saham PGAS layak dibeli karena sinergi PGAS dengan Pertamina akan menjawab masalah kekurangan pasokan gas PGAS yang selama ini menjadi hambatan.

"Kekurangan suplai gas PGAS yang selama ini menjadi hambatan akan terselesaikan. Dukungan suplai gas Pertamina dalam sinergi Pertagas dengan PGAS tentu merupakan bisnis yang menjanjikan secara jangka panjang, sehingga rekomendasi untuk saham ini untuk jangka panjang adalah buy," kata dia.

7 Januari 2014, Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama direksi dan komisaris Pertamina melakukan pembahasan bersama mengenai rencana sinergi Pertagas dengan PGAS dan diputuskan bahwa Pertamina akan mengambilalih PGAS dalam waktu selambat-lambatnya 3,5 bulan ke depan.

Dasar keputusan itu adalah kurangnya pasokan gas yang dimiliki PGAS, sedangkan di sisi lain Pertamina melalui Pertagas memiliki pasokan gas yang lebih dari cukup untuk pemenuhan demand gas nasional.

Investor di lantai bursa tampaknya menyambut positif keputusan ini. Setelah mengalami tekanan jual yang cukup besar selama dua bulan terakhir, sebagai dampak dari simpang siur open access, saham PGAS pun melesat naik selama empat hari perdagangan berturut-turut.

November 2013, saham PGAS masih bertengger di atas Rp5.000 per saham. Pada 7 Januari 2014, harga saham PGAS sempat menyentuh level terendah selama setahun di level Rp4.120 per saham.

Namun, keputusan sinergi Pertamina dan PGAS telah mengembalikan kepercayaan investor pada saham PGAS. Sejak 8 Januari 2014, harga saham PGAS reli hingga menyentuh level Rp4.420 di penutupan Senin 13 Januari 2014, atau naik Rp3.000 (7,28 persen) dalam empat hari perdagangan berturut-turut.

15 Jan, 2014


-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473231-investor-sambut-positif-langkah-pertamina-akuisisi-pgn
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar