Namun, pada penutupan transaksi kemarin, 16 Januari 2014, harga saham berkode perdagangan PGAS itu berada di posisi Rp4.260. Selama periode itu, harga saham telah terkoreksi 13 persen.
Analis PT Valbury Asia Securities, Robin Setiawan, mengatakan, setidaknya ada dua faktor yang memengaruhi pergerakan saham PGN beberapa hari terakhir. Selain terkait rencana open access --kebijakan penggunaan pipa gas bersama, wacana mengenai rencana akuisisi perusahaan oleh PT Pertamina, diduga ikut memicu tekanan pada harga saham BUMN di industri gas itu.
Namun, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, menepis anggapan saham PGN berpotensi jatuh setelah diakuisisi Pertamina. Dahlan justru memandang akuisisi itu akan memperkuat BUMN gas tersebut.
"Pasar modal tidak begitu. Kondisi di bursa itu, ya, naik turun. Tapi, saya tidak percaya ini menjadi penyebab (harga saham PGN akan turun)," kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 17 Januari 2014.
Saat ini, nilai kapitalisasi pasar PGN juga turun menjadi Rp104 triliun, dibanding akhir 2013 di kisaran Rp108 triliun. Meskipun, berdasarkan data Reuters, harga saham perseroan hingga pukul 11.29 WIB hari ini mampu menguat Rp95 (2,23 persen) ke level Rp4.355.
Selama transaksi sesi pertama hari ini, harga saham PGN ditransaksikan di posisi tertinggi Rp4.360 dan terendah Rp4.270. Sementara itu, dalam 52 pekan terakhir, harga tertinggi PGN berada di level Rp6.450.
Sebelumnya, Dahlan memberikan solusi atas wacana akuisisi PGN oleh Pertamina. Mantan direktur utama PT Perusahaan Listrik Negara itu mengusulkan dua opsi yang bisa dilakukan.
Pertama, PGN mengakuisisi anak usaha Pertamina, PT Pertagas. Lalu, Pertamina mengakuisisi PGN. Kedua, Pertamina langsung mengakuisisi PGN. (umi)
17 Jan, 2014
-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473936-dahlan--akuisisi-tak-akan-jatuhkan-harga-saham-pgn
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar