VIVAnews - Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyiapkan tiga langkah untuk menghadapi 'Masyarakat Ekonomi Asean' pada 2015 mendatang.
Langkah itu, diungkapkan Menakertrans, Muhaimin Iskandar, Jumat 10 Januari 2014. Pertama, Kemenakertrans terus menggiatkan berbagai pelatihan untuk memperkecil jumlah tenaga kerja yang belum terampil.
"Kita minta semua pihak dari mulai sekolah, dunia pendidikan, dan industri bisa membantu," katanya, saat menghadiri acara penyambutan peserta dan penutupan program pemagangan Jepang di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Luar Negeri, di Bekasi.
Kedua, Kemenakertrans berharap semua kurikulum sekolah menengah umum terutama SMK, harus mempu menyesuaikan tuntutan kebutuhan kompetensi tertentu di 2015. "Ketiga, kita juga yakin lalu-lintas tenaga kerja yang masuk tidak mengkhawatirkan, karena jumlah tenaga kerja kita cukup memadai," ujarnya.
Selain tiga hal tadi, Muhaimin menuturkan, pihaknya saat ini terus menggerakkan program pemagangan baik di dalam maupun luar negeri. Diharapkan, program itu mampu menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas, disiplin, dan profesional.
"Pemagangan dalam negeri terus kita tingkatkan agar industri yang besar membuka diri untuk menerima pemagangan," katanya.
Sementara itu, untuk program pemagangan luar negeri, Kemenakertrans sudah menjalin kerja sama dengan dua negara, Jepang dan Australia. Peserta magang luar negeri mayoritas lulusan sekolah menangah umum.
"Selama tiga tahun, mereka akan belajar penempaan kualitas, disiplin, dan profesionalitas sambil bekerja," kata Muhaimin.
Peserta magang luar negeri, lanjut Muhaimin, setelah pulang ke Indonesia bisa masuk kembali ke dunia industri, atau mereka bisa memilih memulai menjadi wirausahawan.
"Kita harapkan, selama di luar negeri, mereka terus terbina kemandiriannya dan kewirausahaan sehingga dengan uang yang mereka dapat selama di sana, bisa dijadikan modal untuk memulai usaha," lanjutnya.
Program pemagangan luar negeri, kata Muhaimin, memiliki potensi yang cukup besar dalam rangka mengurangi jumlah pengangguran di tanah air. Dalam setahun setidaknya, ada 2.500 orang yang selesai mengikuti program tersebut.
"Kontribusinya sangat besar, apalagi kalau mereka mau jadi wirausahawan dan bisa merekrut tenaga kerja," tuturnya. (adi)
10 Jan, 2014
-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/472315-tiga-langkah-pemerintah-hadapi-masyarakat-ekonomi-asean-2015
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar