Senin, 13 Januari 2014

Wall Street Ikut Pelemahan Harga Minyak Mentah

VIVAnews - Indeks saham utama Amerika Serikat merosot pada akhir perdagangan Senin waktu New York, atau Selasa dini hari waktu Indonesia barat.

Dikutip dari laman Washington Post, Selasa 14 Januari 2014, melemahnya harga minyak dunia yang mendorong terkoreksinya saham-saham sektor energi disinyalir menjadi penyebabnya. 

Selain itu, prospek pemangkasan lebih lanjut stimulus ekonomi oleh Federal Reserve juga membebani pasar saham. 

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup kehilangan 179,11 poin atau 1,1 persen ke level 16,257.94.

Indeks Standard & Poor 500 turun 23,17 poin atau 1,3 persen menjadi 1.819,20, penurunan terbesar dalam dua bulan terakhir.

Nasdaq Composite Index juga jatuh 61,36 poin atau 1,5 persen ke level 4.113,30.

Sementara itu, untuk periode 31 Desember 2013 hingga 13 Januari 2014, indeks Dow Jones membukukan penurunan sebesar 318,72 poin atau 1,9 persen.

Indeks S & P 500 terkoreksi 29,16 poin atau 1,6 persen dan Nasdaq melemah 63,29 poin atau 1,5 persen.

Seperti diketahui, harga minyak mentah di bursa berjangka AS merosot 0,2 persen menjadi US$91,63 per barel, merespons kesepakatan antara negara-negara Barat dan Iran mengenai pembatasan program nuklir negara OPEC.

Selain itu, berproduksinya kembali minyak Libya dan ladang minyak di Laut Utara turut memengaruhi harga minyak global.

14 Jan, 2014


-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/473078-wall-street-ikut-pelemahan-harga-minyak-mentah
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar