Jumat, 10 Januari 2014

Cara Pemerintah Redam Defisit Neraca Perdagangan

VIVAnews - Pemerintah mengandalkan ekspor non migas guna meredam defisit neraca perdagangan yang diperkirakan masih mengancam pada tahun ini. Penyebab utama defisit terbesar masih disumbang dari impor migas.

Di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat 10 Januari 2014, Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan mengungkapkan bahwa hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dirinya mengatakan, potensi meningkatnya impor migas pada tahun ini karena konsumsi masyarakat akan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diperkirakan masih besar pada tahun ini.

"Kemungkinan besar bahwa defisit itu terjadi disumbangkan oleh migas, khususnya minyak, karena impornya tidak turun," ungkapnya.

Dirinya memproyeksikan bahwa pada tahun ini surplus perdagangan non migas bisa melebihi tahun lalu sebesar US$6 miliar. Bahkan, diperkirakan mencapai lebih US$7 miliar.

Faktor pendukungnya, antara lain pemulihan kondisi ekonomi global yang sedang terjadi saat ini. Komoditas ekspor Indonesia diklaim diminati di banyak negara dunia.

"Mudah-mudahan ini bisa berkelanjutan di awal 2014 dan seterusnya. Dan itu akan sangat membantu untuk neraca," kata Gita. (adi)

10 Jan, 2014


-
Source: http://bisnis.vivanews.com/news/read/472327-cara-pemerintah-redam-defisit-neraca-perdagangan
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar